Guru Bijak, Memahami Psikologi Perkembangan dan Belajar Anak

  • Arifin STAI Shalahuddin Al Ayyubi Jakarta
Keywords: Guru, Orangtua, Psikologi, Perkembangan Anak

Abstract

Pernah ada perdebatan sengit antara orang tua, guru TK dan Guru SD, tentang Persyarakatan kompetensi anak yang bisa tulis baca sebelum masuk SD.  Beberapa sekolah SD hanya menerima calon siswa yang bisa tulis baca, sehingga para orang tua siswa mengajukan protes pada guru TK dimana anaknya belajar, kenapa tidak mengajari anaknya tulis baca. Hal ini sebenarnya tidak harus terjadi jika semua pihak memahami Psikologi Perkembangan Anak.  Pada usia emas anak, otaknya masih berkembang cepat. Simpul syaraf di otaknya berkembang terus dengan cepat, menuju kondisi maksimal pada usia 9-10 tahun. Guru dan orang tua yang bijak, akan berusaha mengembangkan semua jenis kecerdasan anak dengan merangsang seluruh panca indra dan semua jenis kecerdasan anak, agar simpul syarafnya berkembang maksimal. Jika pada usia anak tersebut sudah dipaksa untuk belajar tulis dan baca, anak dikuatirkan akan merasa terbebani, dan proses perkembangan simpul syaraf akan terganggu. Jadi bukan tulis bacanya yang menjadi masalah, tetapi rasa TERBEBANI-nya yang menjadi masalah, karena perkembangan simpul syaraf akan terganggu. Hal inilah yang menjadi topik bahasan utama dalam artikel ini, agar guru dan para orang tua memahami tugas dan fungsi perkembangan anak, sesuai dengan usianya. Jika tidak, maka akan menghasilkan proses pendidikan yang salah, yang membunuh fungsi perkembangan anak.

Published
2019-10-01
How to Cite
Arifin. (2019). Guru Bijak, Memahami Psikologi Perkembangan dan Belajar Anak. Jurnal Alasma : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah, 1(2), 185-194. Retrieved from https://jurnalstitmaa.org/alasma/article/view/12