Kehipnosisan Al-Qur'an (Sebuah Metodologis Dalam Mengkaji Daya ‘Ijaz Al-Qur’an)

  • Inan Tihul STIT Muslim Asia Afrika
Keywords: al-Qur’an, Mukjizat, Balaghah (retorika), Akal, Hypnosis

Abstract

Al-Qur’an secara terus menerus menantang semua ahli kesusasteraan Arab supaya mencoba ditandingi. Tapi tak seorang pun yang mampu menjawab tantangan al-Qur’an. Mereka bahkan tidak sanggup meniru, karena al-Qur’an memang berada di atas puncak yang tak mungkin diungguli. Dan al-Qur’an memang bukan kalimat manusia.

Itulah yang membuka jalan para pakar untuk dapat mengungkap segi balaghah (retorika), al-Qur’an dan gaya bahasanya yang unik dalam merumuskan susunan kalimat untuk melukiskan sesuatu. Para ahli bahasa Arab telah menumpahkan segala aktifitas mereka yang patut dihargai dan disyukuri. Mereka berusaha keras menyajikan balaghah al-Qur’an dalam bentuk inspirasi yang mengasyikan.

Pada aspek ilmiah, keilmiahan al-Qur'an bukanlah terletak pada cakupannya pada teori-teori ilmiah yang selalu baru dan berubah sebagai hasil usaha manusia melalui pengamatan dan penelitian, tetapi terletak pada semangatnya memberi dorongan pada manuisa untuk berpikir menggunakan akalnya. Semua persoalan atau kaidah ilmu pengetahuan yang telah mapan dan meyakinkan, merupakan manifestasi dari kegiatan berpikir yang dianjurkan al-Qur'an. Al-Qur'an telah membangunkan kembali (reawakeing) pada diri setiap muslim kesadaran ilmiah untuk memikirkan, memahami dan menggunakan akal.

Berbeda dengan pemahaman kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa saat dalam kondisi hipnosis atau trance kesadaran seseorang sangat lemah, saat dalam kondisi trance level kesadaran seseorang justru meningkat sangat tinggi.

Published
2020-04-02
How to Cite
TihulI. (2020). Kehipnosisan Al-Qur’an (Sebuah Metodologis Dalam Mengkaji Daya ‘Ijaz Al-Qur’an). Jurnal Alasma : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah, 2(1), 59-72. Retrieved from https://jurnalstitmaa.org/alasma/article/view/32