Pembinaan Dzikir Penyembuhan di Inabah XV Pada Kasus Kecanduan Narkoba dan Game Online (Studi Pada Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat)

  • Syaripulloh Syaripulloh STIT Muslim Asia Afrika
Keywords: dzikir, pembinaan, shalat wajib, shalat sunnah, berpuasa

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penyembuhan dengan cara pembinaan dzikir  pada kasus kecanduan narkoba dan game online di Inabah XV pondok pesantren Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat. Pembinaan, begitulah kata yang sangat tepat diberikan oleh pembina kepada anak-anak binaannya untuk membangkitkan keinginan merubah diri menjadi lebih baik dari sebelumnya, dengan cara dimandikan, dipandu untuk melakukan sholat wajib maupun sholat sunnah yang sudah ditetapkan, dipandu melakukan dzikir dan berpuasa yang selanjutnya mengalami perubahan seiring berjalannya waktu menjadi anak-anak binaan yang lebih aktif melakukan kegiatan tersebut tanpa paksaan. Menariknya, anak-anak binaan tersebut bukan saja berasal dari orang yang terdampak narkoba tetapi juga terdampak dengan adanya game online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dekriptif analitik di mana peneliti terlibat langsung di dalamnya dengan melakukan pengamatan, wawancara dan terlibat pada beberapa  kegiatan yang dianggap penting. Hasil yang didapat adalah ternyata dalam waktu yang tidak terlalu lama, anak-anak binaan tersebut mengalami perubahan yang sangat drastis dari yang tidak baik menjadi sangat lebih baik

Published
2020-10-02
How to Cite
Syaripulloh S. (2020). Pembinaan Dzikir Penyembuhan di Inabah XV Pada Kasus Kecanduan Narkoba dan Game Online (Studi Pada Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat). Jurnal Alasma : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah, 2(2), 253-268. Retrieved from https://jurnalstitmaa.org/alasma/article/view/47